Minggu, 21 November 2010

keTika Saiia seDikiT berPikiR ttg nEgaRa

Mentari telah meredup
Terhalang awan peradaban
Gaun kegaduhan terbungkus rapi
Suara lantang anak-anak negeri
Dianggap angin lalu di musim kemarau
Pergolakan politik menjadi lenggam abadi
Mampukah jiwa-jiwa lunglai terpasung berkata “TIDAK”
Puyer-puyer dicekokkan secara paksa
Sendhiko dhawuh hanya sebuah rekayasa
Kemakmuran versi orang-orang gila
Di negeri ini…
Kemerdekaan hanya sekedar lipstick peradaban
Betapa banyak yang tak mampu,
Menyuarakan haknya sendiri
Betapa banyak penguasa local,
Menindas darah dagingnya sendiri
Di negeri ini,,,
Kenyataan begitu sulit untuk di eja
Kebenaran telah pudar dari warna aslinya
Sementara,
“jilbab-jilbab kemunafikan”
Terjual laris dipasar bursa
Di negeri ini,,
Ya,,di negeri ini,,
Aku peroleh pendidikan

2 komentar: